Selasa, 09 Desember 2014

menjaga kemurnian cinta



3 KALI JATUH CINTA SETIAP HARI
(menjaga kemurnian cinta)

Pernah ada celotehan seorang gadis, “aku harus segera menikah, karena aku khawatir dengan diri ku bisa jatuh cinta 3 kali dalam sehari”
Sebuah ilustrasi bahwa rasa itu bisa sangat mudah untuk ‘jatuh’. Semua perempuan pasti pernah merasa tertarik dengan seorang laki-laki. Bagaimanapun rupa atau strata social perempuan itu. Bahkan dalam satu waktu dia bisa menyukai dua atau lebih dari dua laki-laki. Ini merupakan insting yang tidak dapat ditolak. Dia lahir sendiri secara alami.
‘jatuh cinta’ merupakan sebuah gejolak jiwa yang sering memaksa untuk melakukan sebuah aksi. Jika hati telah terpaut dengan seseorang maka reaksi selanjutnya adalah kita akan ingin selalu dekat dengan orang itu. kita ingin bertukar cerita, kita ingin mengerjakan sesuatu bersama, kita ingin dia memperhatikan kita, peduli dengan kita, khwatir dengan keadaan kita, mengadukan permasalahan yang kita hadapi padanya, dan ingin menikmati waktu menghibur diri bersama dia. Sebuah kebahagiaan jika ini bisa menggelayut dalam angan kita.  
“Berawal dari mata turun ke hati”, sebuah ungkpan yang ingin menggambarkan terhadap realitas dari jatuh cinta. Hanya saja perlu diuraikan bagaimana ketertarikan pada seorang cowo’ bisa terjadi, yakni pastinya perempuan menyukai seseorang karena orang itu memiliki kelebihan dalam dirinya menurut pandangan si cewe’.
-          Pertama, yakni paras yang cakep dan penampilannya yang menarik.
-          Kedua, kepribadiannya.
-          Ketiga, kelebihan hartanya.   
-          Keempat, kecerdasan dan keahlian yang dia miliki.
-          Kelima, bagaimana kedekatanya dengan Tuhan.
Semakin orang memiliki banyak kelebihan semakin banyak orang yang menyukainya. Dan semakin menyiksa banyak orang karena berharap cintanya terbalas. Dia akan bekerja keras agar rasa sukanya dapat tersampaikan kepada orang yang ditaksir. Ketersiksaan yang dirasakan adalah tidak pasti orang yang kita suka juga menyukai kita. Hanya bisa memendam rasa, tersakiti oleh bayangan kebahagiaan hanya bisa menjadi angan dan tidak dapat menjadi sesuatu yang terwujud.
Sibuklah memperbaiki diri. Sibuk untuk menjadi orang yang pantas untuk disukai, jangan sibuk memilih siapa yang pantas bagi kita. Ini banyak yang terjadi di luar sana. Gonta-ganti pacar dengan dalih mencari orang yang cocok untuk hidup bersama seumur hidup. Faktanya, banyak orang yang mencari pasangan dengan jalan ini. tapi, tidak menemukan pasangan yang mampu membahagiakannya. Karena selama ini mereka hanya menjalin hubungan yang semu. Untuk itu, mulailah dari diri sendiri untuk menjadi pantas untuk disukai.
Selektif itu perlu. Dan ini tidak mudah jika hanya mengandalkan rasa. Butuh indicator yang tepat. Dan tentunya ukuran yang baik adalah agama. Selain dari itu akan mudah tergoyahkan. Tahta, nasab keluarga, harta bukan kebutuhan mendasar untuk membangun sebuah cinta yang membahagiakan.

Hadist Tentang Memilih Jodoh

عنْ أبِيْ هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – عَنِ النَّبِيِّ – صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمْ – قَالَ: تُنْكَحُ المَرْأةُ لِأَرْبَعٍ: لمِالِهَا، وَلِحَسَبِهَا،
وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكْ
Dari Abu Hurairah – rhadiyallahu anhu – dari Nabi Muhammad SAW, beliau berkata: “Seorang perempuan dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, (atau) karena agamanya. Pilihlah yang beragama, maka kau akan beruntung, (jika tidak, semoga kau) menjadi miskin”.
Rasulullah saw bersabda “Tidak ada hal yang paling bermanfaat bagi seorang mukmin setelah taqwa kepada Allah selain wanita shalihah, jika diperintah, ia menaatinya, jika dipandang, ia membuatnya bahagia/senang, jika bersumpah, ia memenuhi sumpahnya, jika ditinggal suaminya, ia menjaga diri dan harta suaminya. Rasulullah saw bersabda “Barang siapa yang Allah beri rizki wanita shalihah, maka sungguh Allah telah menolongnya untuk menyempurnakan setengah agamanya, maka takutlah kepada Allah (dalam memenuhi) setengahnya lagi.
Dari Ibnu Majah, dari Umar, hadits marfu’, bahwasanya Rasulullah saw pernah berkata: “Janganlah kalian menikahi perempuan karena keelokannya, karena boleh jadi keelokannya itu akan binasa, jangan pula kalian menikahi perempuan karena hartanya, karena boleh jadi hartanya itu akan membuatnya berlaku angkuh/sombong/melampaui batas, tapi nikahilah seorang wanita karena agamanya, dan (ketahuilah) bahwa budak wanita yang hitam legam namun beragama itu lebih baik.

Hadits-hadits diatas telah sangat terang menjelaskan bagaimana ukuran yang baik itu. Kita yang perempuan gunakan waktu masa sendiri kita untuk membina diri menjadi orang yang  masuk dalam kriteria yang bagus agamanya. Perempuan yang dalam kategori ini akan beruntung karena telah mengembalikan jati dirinya untuk menjadi manusia yang taat kepada Tuhan-nya. Yang tentunya Allah SWT akan menuntunnya untuk menjadi orang yang akan disukai dimanapun dia berada dan dengan siapa mereka bersama.
Dan perlahan kita akan menjadi orang yang tidak mudah bengkok hatinya untuk menjatuhkan cinta kepada hati yang salah. Menjaga diri untuk menunggu cinta yang sesungguhnya. Cinta yang halal, yang tidak ternoda oleh nafsuh syahwat dan campur tangan syethan.

1 komentar: