Selasa, 25 Agustus 2015

mencari arti "Khairu Ummah"





Masih mencari ummat yang terbaik itu apa. apakah mereka yang pernah hidup di Yunani kuno yang telah mampu mengurai alam semesta dengan bahasa. Ataukah mereka yang pernah ada di Roma dengan Imperiumnya. Ataukah mereka yang lahir di Mekkah bersama seorang tokoh yang disebut Rosulullah Muhammad saw dengan konsep sosial kasih sayang ilahiah. Ataukah hari ini orang yang ada di Amerika yang menjadikan teknologisentris. 

Memperhatikan mereka yang berlomba untuk mengungkapkan gagasan baru tentang dunia. pendidikan, ekonomi, teknologi, kesehatan, ketatanegaran, seni-budaya, khususnya di Indonesia belum menunjukkan identitas yang jelas. Mungkin venezuela yang terkenal dengan kemajuan pendidikannya, Amerika terkenal dengan penguasaan teknologinya, China terkenal dengan kemajuan sektor ekonominya dan korea terkenal dengan budaya K-Popnya. Sedangkan di sebuah kampus kecil, UNISMUH Makassar pun sedang mencari identitas. Seni yang dikelolah oleh Talas, pendidikan dan Ilmu pengetahuan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, karya tulis oleh LKIM-Pena. tidak tahu apakah mereka melakukannya sebagai wujud sadar untuk membangun sentris-sentris baru ataukah hanya sekedar mengisi waktu luang dengan alasan kebahagiaan. 

Mengapa itu tertulis. Karena untuk mencari tahu alasan mengapa mimpi itu ada. Waktu yang terisi dengan perjuangan, ada rasa sakit, rasa takut, putus asa dan senang. Layaknya para pemanjat gunung, mereka tahu bahwa untuk mencapai puncak gunung itu memiliki resiko yang besar tapi kenapa masih banyak orang yang memiliki hoby itu. bahkan ada diantara mereka yang mencita-citakan untuk menancapkan bendera di gunung tertinggi dunia. yang mana harus melewati sisi gunung yang terjal dan dingin. Itulah hidup walaupun rasa sakit terus menyertai mereka terus melangkah untuk meraih mimpi. 

Terlahir dari sebuah keluarga yang sederhana, memiliki cinta yang sederhana, dan meraih prestasi yang sederhana, semangat hidup pasang surut. Dalam dunia realita ada orang yang seperti ini. yang orang tuanya menyuruhnya untuk sekolah supaya bisa mendapat pekerjaan. Melihatnya, merupakan jalan hidup singkat dan sederhana. tapi tidak demikian dengan hidup yang sebenarnya. Mereka harus sadar bahwa kehidupan akan tercatat sebagai sejarah. Maka dari itu kita harus menjadi tokoh yang menyaksikan sejarah itu terjadi. Dan melakukan rekayasa sejarah sehingga tercatat menjadi sejarah yang berhasil menjalani hakikat hidup.

Selasa, 09 Desember 2014

Alam sebagai Gulungan pengetahuan

IDEA KE-1
                 ALAM SEBAGAI GULUNGAN PENGETAHUAN
(serial film Kunfu Panda bahwa jangan biarkan lautan ilmu tidak dikaji)
Ada sebuah seri, dimana tokoh Po diberikan gulungan sebanyak 30 dan disuruh untuk membacanya. Dia tidak bisa makan jika tidak membaca kesemuanya. Dia selalu bertanya “apakah tidak bisa hanya membaca satu saja?” Che Fu bilang “tidak bisa”. Dengan terpaksa dia membawa gulungan itu ke perpustakaan untuk dia baca. Dan dengan malas dia membuka satu demi satu gulungan itu. Dan ada satu gulungan yang membuatnya tertarik yakni ‘jurus menghilangkan ingatan orang’ karena jurus itu sangat mudah. Dan segera dia praktekkan jurus itu kepada temannya. Dan satu persatu ingatan dari Lima Pendekar hilang. Kini dia merasa khawatir karena tidak tahu bagaimana cara mengembalikan apa yang telah berubah dari apa yang dia lakukan. Dia kembali keperputakaan. Kembali guru Che Fu bertanya “sudah adakah pengetahuan yang baru yang kau dapatkan?”. Dengan gaguk Po menjawab “sudah ada guru. Tapi…” dia kemudian menjelaskan apa yang yang dilakukannya. Dan meminta gurunya untuk tidak marah, karena dia hanya sedang belajar katanya. Dan ternyata gurunya tidak marah hanya saja dia harus bertanggungjawab dengan apa yang dia lakukan. Yakni dia harus mengambil guci yang berisi tanah liat di lorong penyiksaan. Sementara di luar sana ada kekacauan yang sudah terjadi. Lima pendekar dicucu otaknya oleh seorang penjahat. Bahwa guru Che Fu dan Po adalah orang jahat yang harus dibunuh. Dengan itu, Lima pendekar ini hamper saja membunuh gurunya sendiri. Namun kemudian Po tenyata berhasil melewati lorong penyiksaan dan mengambil guci itu. dan kembalilah ingantan lima pendekar dengan balitan tanah liat itu dikepalanya.
Seri dari film ini ada beberapa hal yang menjadi pelajaran berharga bagi seorang pembelajar. Untuk awal saya ingin membahas sebuah pertanyaan. Yakni “sudah adakah yang kau tahu hari ini?” Pendekar Naga memiliki tugas untuk melindungin ummat manusia dari kejahatan para penjahat. Jadi telah menjadi sebuah keharusan untuk mereka menjadi orang hebat. Bersama guru mereka di sebuah Vihara terus mempelajari banyak hal. Ilmu tentang kesabaran, ilmu tentang kerendahan hati mereka terus mempelajarinya dan mengamalkannya. Serta mereka harus terus menanmbah kesaktian mereka dalam hal jurus. Itulah tersedia ratusan ribu gulungan yang harus mereka pelajari setiap hari.  
Begitulah hidup demi menjadi orang yang bermanfaat sebanyak-banyaknya, perlu mengisi diri dengan berbagai kemampuan atau kemahiran. Dalam hal ini kemahiran mengerjakan hal-hal teknis maupun kearifan-kearifan hidup, seperti kesederhanaan tadi.
Kita sebagai muslim ada banyak hal kerifan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw sebagai orang penyampai risalah dari Allah SWT. kesabaran, kesederhanaan, saling mengasihi antara ummmat manusia, menjadi pemimpin yang mengayomi adalah sebagian kecil dari kearifan itu. Kesemuanya untuk menjadikan bumi ini aman. kejahatan tidak merajalela, orang jahat menjadi sedikit bahkan tidak ada, yang ada hanya saling tolong menolong antara satu dengan yang lainnya.
Untuk itu sudahkah kita tahu semua itu? telah berapa buku yang kita baca. Sudah berapa ayat Alqur’an yang kita hafal dan kita pahami. Sudahkah kita tahu cara mendidik anak, sudahkah kita tahu cara menyenangkan teman, sudahkah kita tahu mengirim e-mail, sudahkah kita tahu cara mengendarai motor, sudahkah kita tahu cara mengoprasionalkan computer, dan lain sebagainya. Semakin banyak yang kita tahu semakin banyak yang bisa dimanfaatkan dari diri kita.
Hari ini sudahkah kita tahu apa bahasa inggris atau bahasa arab “bagaimana kabar mu?” supaya kita paham bahwa ummat manusia diciptakan berbeda-beda untuk saling kenal mengenal. Dan tahu bahwa itu ada ditulis dalam Q.S Al-Hujurat ayat 13.  Agar tidak hidup secara individualis yang menjadi penyebab rawannya permusuhan.    Atau hari ini sudahkah kita bisa mengayuh sepeda? Agar bisa diajarkan kepada yang lain. karena kita merasa kasihan melihat mereka hanya bisa berjalan kaki.
Seperti itulah, jika kita berdiam diri dan tidak belajar, apa yang bisa kita berikan kepada kehidupan ini. bagaimana mungkin kita menjadi pahlawan perdamaian jika kita saja tidak pernah belajar bagaimana berdamai dengan orang sekitar kita. Bagaimana mungkin kita bisa menolong orang untuk menyebrangi sungai, kalau kita tidak pernah belajar mengoprasikan rakit atau alat yang lainnya. Kata kuncinya adalah hari ini tambahlah ilmu mu!!!
Rasulullah SAW bersabda:
 أُطْلُبُوا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ اِلىَ اللَّهْدِ
 “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat”
Hadits tersebut menjadi dasar dari ungkapan “Long life education” atau pendidikan seumur hidup.
Sepeti Po dan guru Che Fu, memiliki ratusan ribu gulungan berisi pengetahuan. Begitupun dengan pengetahuan di dunia ini, bahkan juah lebih banyak lagi. Untuk menggambarkannya perlu ingat kembali kalimat
 Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا

Katakanlah (wahai Muhammad), “Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Rabbku, sungguh habislah lautan itu sebelum kalimat-kalimat Rabbku habis (ditulis), meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula). [al-Kahfi/18:109]
Dapat kita bayangkan banyaknya tugas kita untuk mengkaji sebanyak yang kita bisa, selama masih ada kesempatan hidup yang Allah SWT berikan kepada kita. Jika demikian yang kita kerjakan maka tidak ada waktu yang akan tersia-siakan. Yang membuat kita menjadi orang yang merugi.

menjaga kemurnian cinta



3 KALI JATUH CINTA SETIAP HARI
(menjaga kemurnian cinta)

Pernah ada celotehan seorang gadis, “aku harus segera menikah, karena aku khawatir dengan diri ku bisa jatuh cinta 3 kali dalam sehari”
Sebuah ilustrasi bahwa rasa itu bisa sangat mudah untuk ‘jatuh’. Semua perempuan pasti pernah merasa tertarik dengan seorang laki-laki. Bagaimanapun rupa atau strata social perempuan itu. Bahkan dalam satu waktu dia bisa menyukai dua atau lebih dari dua laki-laki. Ini merupakan insting yang tidak dapat ditolak. Dia lahir sendiri secara alami.
‘jatuh cinta’ merupakan sebuah gejolak jiwa yang sering memaksa untuk melakukan sebuah aksi. Jika hati telah terpaut dengan seseorang maka reaksi selanjutnya adalah kita akan ingin selalu dekat dengan orang itu. kita ingin bertukar cerita, kita ingin mengerjakan sesuatu bersama, kita ingin dia memperhatikan kita, peduli dengan kita, khwatir dengan keadaan kita, mengadukan permasalahan yang kita hadapi padanya, dan ingin menikmati waktu menghibur diri bersama dia. Sebuah kebahagiaan jika ini bisa menggelayut dalam angan kita.  
“Berawal dari mata turun ke hati”, sebuah ungkpan yang ingin menggambarkan terhadap realitas dari jatuh cinta. Hanya saja perlu diuraikan bagaimana ketertarikan pada seorang cowo’ bisa terjadi, yakni pastinya perempuan menyukai seseorang karena orang itu memiliki kelebihan dalam dirinya menurut pandangan si cewe’.
-          Pertama, yakni paras yang cakep dan penampilannya yang menarik.
-          Kedua, kepribadiannya.
-          Ketiga, kelebihan hartanya.   
-          Keempat, kecerdasan dan keahlian yang dia miliki.
-          Kelima, bagaimana kedekatanya dengan Tuhan.
Semakin orang memiliki banyak kelebihan semakin banyak orang yang menyukainya. Dan semakin menyiksa banyak orang karena berharap cintanya terbalas. Dia akan bekerja keras agar rasa sukanya dapat tersampaikan kepada orang yang ditaksir. Ketersiksaan yang dirasakan adalah tidak pasti orang yang kita suka juga menyukai kita. Hanya bisa memendam rasa, tersakiti oleh bayangan kebahagiaan hanya bisa menjadi angan dan tidak dapat menjadi sesuatu yang terwujud.
Sibuklah memperbaiki diri. Sibuk untuk menjadi orang yang pantas untuk disukai, jangan sibuk memilih siapa yang pantas bagi kita. Ini banyak yang terjadi di luar sana. Gonta-ganti pacar dengan dalih mencari orang yang cocok untuk hidup bersama seumur hidup. Faktanya, banyak orang yang mencari pasangan dengan jalan ini. tapi, tidak menemukan pasangan yang mampu membahagiakannya. Karena selama ini mereka hanya menjalin hubungan yang semu. Untuk itu, mulailah dari diri sendiri untuk menjadi pantas untuk disukai.
Selektif itu perlu. Dan ini tidak mudah jika hanya mengandalkan rasa. Butuh indicator yang tepat. Dan tentunya ukuran yang baik adalah agama. Selain dari itu akan mudah tergoyahkan. Tahta, nasab keluarga, harta bukan kebutuhan mendasar untuk membangun sebuah cinta yang membahagiakan.

Hadist Tentang Memilih Jodoh

عنْ أبِيْ هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – عَنِ النَّبِيِّ – صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمْ – قَالَ: تُنْكَحُ المَرْأةُ لِأَرْبَعٍ: لمِالِهَا، وَلِحَسَبِهَا،
وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكْ
Dari Abu Hurairah – rhadiyallahu anhu – dari Nabi Muhammad SAW, beliau berkata: “Seorang perempuan dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, (atau) karena agamanya. Pilihlah yang beragama, maka kau akan beruntung, (jika tidak, semoga kau) menjadi miskin”.
Rasulullah saw bersabda “Tidak ada hal yang paling bermanfaat bagi seorang mukmin setelah taqwa kepada Allah selain wanita shalihah, jika diperintah, ia menaatinya, jika dipandang, ia membuatnya bahagia/senang, jika bersumpah, ia memenuhi sumpahnya, jika ditinggal suaminya, ia menjaga diri dan harta suaminya. Rasulullah saw bersabda “Barang siapa yang Allah beri rizki wanita shalihah, maka sungguh Allah telah menolongnya untuk menyempurnakan setengah agamanya, maka takutlah kepada Allah (dalam memenuhi) setengahnya lagi.
Dari Ibnu Majah, dari Umar, hadits marfu’, bahwasanya Rasulullah saw pernah berkata: “Janganlah kalian menikahi perempuan karena keelokannya, karena boleh jadi keelokannya itu akan binasa, jangan pula kalian menikahi perempuan karena hartanya, karena boleh jadi hartanya itu akan membuatnya berlaku angkuh/sombong/melampaui batas, tapi nikahilah seorang wanita karena agamanya, dan (ketahuilah) bahwa budak wanita yang hitam legam namun beragama itu lebih baik.

Hadits-hadits diatas telah sangat terang menjelaskan bagaimana ukuran yang baik itu. Kita yang perempuan gunakan waktu masa sendiri kita untuk membina diri menjadi orang yang  masuk dalam kriteria yang bagus agamanya. Perempuan yang dalam kategori ini akan beruntung karena telah mengembalikan jati dirinya untuk menjadi manusia yang taat kepada Tuhan-nya. Yang tentunya Allah SWT akan menuntunnya untuk menjadi orang yang akan disukai dimanapun dia berada dan dengan siapa mereka bersama.
Dan perlahan kita akan menjadi orang yang tidak mudah bengkok hatinya untuk menjatuhkan cinta kepada hati yang salah. Menjaga diri untuk menunggu cinta yang sesungguhnya. Cinta yang halal, yang tidak ternoda oleh nafsuh syahwat dan campur tangan syethan.