3 KALI JATUH CINTA SETIAP HARI
(menjaga kemurnian cinta)
Pernah ada celotehan seorang gadis,
“aku harus segera menikah, karena aku khawatir dengan diri ku bisa jatuh cinta
3 kali dalam sehari”
Sebuah ilustrasi bahwa rasa itu bisa
sangat mudah untuk ‘jatuh’. Semua perempuan pasti pernah merasa tertarik dengan
seorang laki-laki. Bagaimanapun rupa atau strata social perempuan itu. Bahkan
dalam satu waktu dia bisa menyukai dua atau lebih dari dua laki-laki. Ini
merupakan insting yang tidak dapat ditolak. Dia lahir sendiri secara alami.
‘jatuh cinta’ merupakan sebuah
gejolak jiwa yang sering memaksa untuk melakukan sebuah aksi. Jika hati telah
terpaut dengan seseorang maka reaksi selanjutnya adalah kita akan ingin selalu
dekat dengan orang itu. kita ingin bertukar cerita, kita ingin mengerjakan
sesuatu bersama, kita ingin dia memperhatikan kita, peduli dengan kita, khwatir
dengan keadaan kita, mengadukan permasalahan yang kita hadapi padanya, dan
ingin menikmati waktu menghibur diri bersama dia. Sebuah kebahagiaan jika ini
bisa menggelayut dalam angan kita.
“Berawal dari mata turun ke hati”,
sebuah ungkpan yang ingin menggambarkan terhadap realitas dari jatuh cinta.
Hanya saja perlu diuraikan bagaimana ketertarikan pada seorang cowo’ bisa
terjadi, yakni pastinya perempuan menyukai seseorang karena orang itu memiliki
kelebihan dalam dirinya menurut pandangan si cewe’.
-
Pertama, yakni paras yang cakep dan penampilannya yang
menarik.
-
Kedua, kepribadiannya.
-
Ketiga, kelebihan hartanya.
-
Keempat, kecerdasan dan keahlian yang dia miliki.
-
Kelima, bagaimana kedekatanya dengan Tuhan.
Semakin orang memiliki banyak
kelebihan semakin banyak orang yang menyukainya. Dan semakin menyiksa banyak
orang karena berharap cintanya terbalas. Dia akan bekerja keras agar rasa
sukanya dapat tersampaikan kepada orang yang ditaksir. Ketersiksaan yang
dirasakan adalah tidak pasti orang yang kita suka juga menyukai kita. Hanya
bisa memendam rasa, tersakiti oleh bayangan kebahagiaan hanya bisa menjadi angan
dan tidak dapat menjadi sesuatu yang terwujud.
Sibuklah
memperbaiki diri. Sibuk untuk menjadi orang yang pantas untuk disukai, jangan
sibuk memilih siapa yang pantas bagi kita. Ini banyak yang terjadi di luar
sana. Gonta-ganti pacar dengan dalih mencari orang yang cocok untuk hidup
bersama seumur hidup. Faktanya, banyak orang yang mencari pasangan dengan jalan
ini. tapi, tidak menemukan pasangan yang mampu membahagiakannya. Karena selama
ini mereka hanya menjalin hubungan yang semu. Untuk itu, mulailah dari diri
sendiri untuk menjadi pantas untuk disukai.
Selektif
itu perlu. Dan ini tidak mudah jika hanya mengandalkan rasa. Butuh indicator
yang tepat. Dan tentunya ukuran yang baik adalah agama. Selain dari itu akan
mudah tergoyahkan. Tahta, nasab keluarga, harta bukan kebutuhan mendasar untuk
membangun sebuah cinta yang membahagiakan.
Hadist Tentang Memilih Jodoh
عنْ أبِيْ هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – عَنِ
النَّبِيِّ – صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمْ – قَالَ:
تُنْكَحُ المَرْأةُ لِأَرْبَعٍ: لمِالِهَا، وَلِحَسَبِهَا،
وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ
الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكْ
Dari Abu Hurairah –
rhadiyallahu anhu – dari Nabi Muhammad SAW, beliau berkata: “Seorang perempuan
dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena kedudukannya, karena
kecantikannya, (atau) karena agamanya. Pilihlah yang beragama, maka kau akan
beruntung, (jika tidak, semoga kau) menjadi miskin”.
Rasulullah
saw bersabda “Tidak ada hal yang paling bermanfaat bagi seorang mukmin setelah
taqwa kepada Allah selain wanita shalihah, jika diperintah, ia menaatinya, jika
dipandang, ia membuatnya bahagia/senang, jika bersumpah, ia memenuhi sumpahnya,
jika ditinggal suaminya, ia menjaga diri dan harta suaminya. Rasulullah saw
bersabda “Barang siapa yang Allah beri rizki wanita shalihah, maka sungguh
Allah telah menolongnya untuk menyempurnakan setengah agamanya, maka takutlah
kepada Allah (dalam memenuhi) setengahnya lagi.
Dari
Ibnu Majah, dari Umar, hadits marfu’, bahwasanya Rasulullah saw pernah berkata:
“Janganlah kalian menikahi perempuan karena keelokannya, karena boleh jadi
keelokannya itu akan binasa, jangan pula kalian menikahi perempuan karena
hartanya, karena boleh jadi hartanya itu akan membuatnya berlaku
angkuh/sombong/melampaui batas, tapi nikahilah seorang wanita karena agamanya,
dan (ketahuilah) bahwa budak wanita yang hitam legam namun beragama itu lebih
baik.
Hadits-hadits
diatas telah sangat terang menjelaskan bagaimana ukuran yang baik itu. Kita
yang perempuan gunakan waktu masa sendiri kita untuk membina diri menjadi orang
yang masuk dalam kriteria yang bagus
agamanya. Perempuan yang dalam kategori ini akan beruntung karena telah
mengembalikan jati dirinya untuk menjadi manusia yang taat kepada Tuhan-nya.
Yang tentunya Allah SWT akan menuntunnya untuk menjadi orang yang akan disukai
dimanapun dia berada dan dengan siapa mereka bersama.
Dan
perlahan kita akan menjadi orang yang tidak mudah bengkok hatinya untuk
menjatuhkan cinta kepada hati yang salah. Menjaga diri untuk menunggu cinta
yang sesungguhnya. Cinta yang halal, yang tidak ternoda oleh nafsuh syahwat dan
campur tangan syethan.