Masih mencari ummat yang terbaik itu apa. apakah mereka yang pernah hidup
di Yunani kuno yang telah mampu mengurai alam semesta dengan bahasa. Ataukah
mereka yang pernah ada di Roma dengan Imperiumnya. Ataukah mereka yang lahir di
Mekkah bersama seorang tokoh yang disebut Rosulullah Muhammad saw dengan konsep
sosial kasih sayang ilahiah. Ataukah hari ini orang yang ada di Amerika yang
menjadikan teknologisentris.
Memperhatikan mereka yang berlomba untuk mengungkapkan gagasan baru tentang
dunia. pendidikan, ekonomi, teknologi, kesehatan, ketatanegaran, seni-budaya,
khususnya di Indonesia belum menunjukkan identitas yang jelas. Mungkin
venezuela yang terkenal dengan kemajuan pendidikannya, Amerika terkenal dengan
penguasaan teknologinya, China terkenal dengan kemajuan sektor ekonominya dan
korea terkenal dengan budaya K-Popnya. Sedangkan di sebuah kampus kecil,
UNISMUH Makassar pun sedang mencari identitas. Seni yang dikelolah oleh Talas,
pendidikan dan Ilmu pengetahuan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, karya tulis
oleh LKIM-Pena. tidak tahu apakah mereka melakukannya sebagai wujud sadar untuk
membangun sentris-sentris baru ataukah hanya sekedar mengisi waktu luang dengan
alasan kebahagiaan.
Mengapa itu tertulis. Karena untuk mencari tahu alasan mengapa mimpi itu
ada. Waktu yang terisi dengan perjuangan, ada rasa sakit, rasa takut, putus asa
dan senang. Layaknya para pemanjat
gunung, mereka tahu bahwa untuk mencapai puncak gunung itu memiliki resiko
yang besar tapi kenapa masih banyak orang yang memiliki hoby itu. bahkan ada
diantara mereka yang mencita-citakan untuk menancapkan bendera di gunung
tertinggi dunia. yang mana harus melewati sisi gunung yang terjal dan dingin.
Itulah hidup walaupun rasa sakit terus menyertai mereka terus melangkah untuk
meraih mimpi.
Terlahir dari sebuah keluarga yang sederhana, memiliki cinta yang
sederhana, dan meraih prestasi yang sederhana, semangat hidup pasang surut.
Dalam dunia realita ada orang yang seperti ini. yang orang tuanya menyuruhnya
untuk sekolah supaya bisa mendapat pekerjaan. Melihatnya, merupakan jalan hidup
singkat dan sederhana. tapi tidak demikian dengan hidup yang sebenarnya. Mereka
harus sadar bahwa kehidupan akan tercatat sebagai sejarah. Maka dari itu kita
harus menjadi tokoh yang menyaksikan sejarah itu terjadi. Dan melakukan
rekayasa sejarah sehingga tercatat menjadi sejarah yang berhasil menjalani
hakikat hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar